Showing posts with label Produk. Show all posts
Showing posts with label Produk. Show all posts

Saturday, December 24, 2011

Produk Impor Hortikultura Mulai Dibatasi

buah dan sayur 200x180 Produk Impor Hortikultura Mulai DibatasiMelimpahnya produk impor hortikultura di pasaran Indonesia ternyata mendorong pihak Kementerian Pertanian untuk bertindak tegas mulai membatasi pintu masuk jalur impor. Melalui Peraturan Menteri Pertanian No 88/Permentan/PP.340/12/2011 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan, rencananya tahun depan hanya ada empat pintu pelabuhan yang diperbolehkan sebagai jalur masuk impor hortikultura. Yakni Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya, Pelabuhan Belawan-Medan, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta Tangerang.

Pemangkasan tersebut sengaja dilakukan pemerintah untuk mengurangi resiko masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tanaman (OPT) yang disinyalir salah satu media pembawanya adalah produk buah dan sayuran impor maupun bibit tanaman impor yang berasal dari negara tetangga.

Sekarang ini OPT yang menyerang tanaman lokal memiliki daya rusak yang cukup tinggi, sehingga kondisi tersebut semakin mengancam beberapa komoditas pangan yang dihasilkan petani Indonesia. Bahkan menurut laporan para ahli hama dan penyakit tanaman yang ada di negara kita, saat ini terbukti ada OPT baru yang mulai menyerang komoditas pangan dan hortikultura. Misalnya saja seperti virus panthoea stewartii, aphelenchoides fragariae, psedomonas capsici, serta satu OPT baru yang belum terdaftar yaitu virus tomato infectus chlorosis crinivirus.buah impor 200x133 Produk Impor Hortikultura Mulai Dibatasi

Disamping mencegah penyebaran organisme pengganggu tanaman (OPT) yang semakin berkembang, tingginya volume impor buah dan sayur di negara Indonesia juga mengancam perkembangan pasar lokal. Sekarang ini banyak produk hortikultura lokal yang masih kalah bersaing dengan produk hasil impor mancanegara. Hal ini dikarenakan tampilan produk impor cenderung lebih menarik, dan harga jualnya pun lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasaran produk lokal.

Oleh sebab itu, diperlukan aturan khusus agar aktivitas importasi produk hortikultura tidak masuk melalui jalur importir umum, namun melalui importir terbatas sehingga kapasitasnya dari tahun ke tahun tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan .

Dengan membatasi volume impor produk hortikultura dari negara tetangga, diharapkan industri agrobisnis Indonesia bisa terus berkembang pesat dan menghasilkan produk komoditas lokal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Semoga informasi produk impor hortikultura mulai dibatasi ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para petani di Indonesia untuk meningkatkan kualitas hasil panennya. Maju terus industri agrobisnis Indonesia, dan salam sukses.

Sumber gambar :1. http://anikina.files.wordpress.com/2010/04/buah-dan-sayuran1.jpg2. http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110508_051420_buah2.jpg

View the original article here

Monday, December 19, 2011

Kendala Utama Dalam Pemasaran Produk Agrobisnis

pemasaran 200x150 Kendala Utama Dalam Pemasaran Produk AgrobisnisDalam menjalankan sebuah usaha, peran strategi pemasaran sangatlah penting untuk mendukung kesuksesan usaha yang dijalankan. Tak terkecuali dalam menekuni dunia agrobisnis. Para petani membutuhkan strategi-strategi jitu agar produk hasil panennya bisa laku dipasaran dengan harga yang cukup mahal dan berhasil menembus pasar nasional maupun internasional.

Meskipun pada dasarnya strategi pemasaran di bidang agrobisnis tidak jauh berbeda dengan cara pemasaran produk lainnya. Namun sampai hari ini para petani masih disulitkan dengan beberapa kendala yang menghambat jalannya sistem pemasaran produknya. Sehingga tidak heran bila sekarang ini pemasaran produk agrobisnis belum seluruhnya berjalan maksimal dan belum berhasil menembus ketatnya persaingan di pasar mancanegara.

Lalu, kira-kira kendala pemasaran seperti apa yang sering dihadapi para petani?

Berikut ini kami informasikan beberapa kendala utama dalam pemasaran produk agrobisnis yang bisa Anda perhatikan.

Persediaan barang yang bersifat musiman. Selama ini para petani di Indonesia masih mengandalkan teknologi sederhana dalam mengembangkan produksinya. Hal ini tentu mempengaruhi komoditas panen yang dihasilkan, sehingga persediaan barang juga bersifat musiman (belum stabil). Ketika panen raya tiba, stok barang melimpah ruah dan harga jualnya bisa anjlok dengan nilai yang sangat rendah. Sedangkan pada saat belum musim, ketersediaan barang menjadi sangat terbatas sehingga harga jualnya bisa melambung tinggi. Ketersediaan produk yang kurang stabil seperti ini menjadi salah satu kendala besar bagi para pelaku usaha, sehingga mereka belum bisa memenuhi permintaan pasar ekspor secara kontinyu.telur ayam 200x133 Kendala Utama Dalam Pemasaran Produk AgrobisnisRantai pemasaran yang terlalu panjang. Terkadang panjangnya rantai pemasaran di bidang agrobisnis hanya akan memperbesar biaya operasional dan memotong margin atau keuntungan yang seharusnya diterima pelaku usaha. Biasanya semakin banyak jumlah perantara yang dilalui sebuah produk, maka semakin kecil pula harga tawar produk tersebut. Sehingga wajar adanya bila harga beli yang ditawarkan para tengkulak terkadang kurang menguntungkan bagi para pelaku usaha, karena nilainya lebih rendah dari harga jual di pasaran (di kalangan konsumen akhir). Kurangnya informasi jaringan pasar. Sampai hari ini masih banyak para petani di daerah terpencil yang minim pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisa pasar. Bahkan sebagian dari mereka belum mendapatkan informasi mengenai calon konsumen yang potensial. Sehingga tidak heran bila sekarang ini banyak petani yang masih kebingungan untuk memasarkan produk hasil panennya.

Minimnya perencanaan dalam menjalankan usaha agrobisnis dan kurangnya ilmu pengetahuan maupun kemampuan yang dimiliki para petani, menjadikan pemasaran sektor agrobisnis di Indonesia masih belum optimal dan menemui beberapa hambatan. Karenanya, dibutuhkan kerjasama dari pihak pemerintah maupun swasta agar kualitas produk agrobisnis Indonesia bisa menunjukan peningkatan yang signifikan, dan bisa memenuhi kebutuhan pasar yang masih terbuka lebar.

Semoga informasi kendala pemasaran produk agrobisnis ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan memberikan semangat baru bagi para pelaku usaha agrobisnis untuk mulai melebarkan sayapnya hingga pasar mancanegara. Diawali dari yang kecil, dari yang mudah, dan dimulai dari sekarang. Salam sukses.

Sumber gambar :1. http://www.agf.nl/nieuws/2011/0223/nancy.jpg2. http://hortipart.files.wordpress.com/2011/04/telur_barcode.jpg

View the original article here