Showing posts with label Kabupaten. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten. Show all posts

Sunday, December 18, 2011

Prosedur Pengurusan P-IRT di Kabupaten Sleman

IMG 60821 L.jpg Prosedur Pengurusan P IRT di Kabupaten SlemanP-IRT adalah akronim dari Pangan Industri Rumah Tangga. Bisa dikatakan P-IRT merupakan sertifikat pangan bagi produsen pangan  (makanan dan minuman) yang diproduksi oleh industri rumah tangga, yaitu perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis. Misalnya industri coklat eksekutif (Eksekutif Chocolate) yang pabrik pembuatannya beralamat pada rumah tinggal produsen pembuatnya. Rumah tangga dimaksud adalah bukan setiap rumah tinggal, melainkan memiliki ruangan produksi yang terpisah dari ruangan – ruangan lain dalam rumah tinggal tersebut.

Sertifikasi P-IRT layak dilakukan oleh masyarakat yang menjalankan industri makanan dan minuman, karena dengan memiliki sertifikat P-IRT maka industri makanan dan minuman kita bisa lebih diterima oleh retail – retail besar, seperti mall, supermarket dan agen grosir. Tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat P-IRT ini karena harus melewati beberapa pengujian, ya singkat kata ibarat ingin dapat ijazah maka harus ujian terlebih dahulu. Sertifikat P-IRT  dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten yang ada di tiap propinsi, setelah melalui tahapan – tahapan atau peraturan yang sudah ditetapkan.

Sebagai contoh, berikut kami informasikan prosedur pengurusan P-IRT di Kabupaten Sleman.

Datang ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang beralamat di Jalan Rorojonggrang No. 6, Beran Tridadi Sleman, Yogyakarta. Telpon 0274 868 405 ext. 1233, untuk mengajukan permohonan pengurusan P-IRT. Sebelum berangkat biar efektif  bisa juga telpon dulu ke nomor tersebut diatas.Sesampainya di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, langsung aja menuju ke bagian pengurusan P-IRT, ketemu petugas. Di bagian ini anda akan diberikan satu bendel dokumen yang harus diisi, yaitu:Lembar surat permohonan untuk mengikuti penyuluhan bagi anda produsen makanan dan minuman (ini syarat untuk mendapatkan sertifikat P-IRT).Lembar data sarana produksi, meliputi sarana produksi yang anda miliki.Lembar data produksi makanan. Penjelasan ini akan dijelaskan pada posting blog berikutnya.Lampiran lain yang harus dipersiapkan dalam pengurusan P-IRT ini, yaitu:Hasil uji kualitas Air dari Puskesmas terdekat,Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku (1 lembar),Denah/peta lokasi tempat produksi (1 lembar),Pas foto berwarna 3 x 4 (4 lembar),Rencana desain label kemasan yang digunakan (2 lembar).Setelah mengambil formulir tersebut pada point 4  lengkapi dan mengembalikan berkas pada hari berikutnya disertai dengan lampiran yang tersebut pada point 3.Pada hari berikut setelah anda mengembalikan berkas tersebut anda akan diberi penjelasan untuk menunggu surat undangan untuk mengikuti penyuluhan sertifikasi P-IRT anda.Berikut kami lampirkan pula contoh formulir pengajuan P-IRT :

No.      :

Lamp.  :

Hal.     :

Kepada Yth:

Bupati Sleman

Cq. Kepala Dinas Kesehatan

Kabupaten Sleman

Di Sleman

Dengan hormat,

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

Alamat

: …………………………………………………………………………..

: …………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………..

: …………………………………………………………………………..

No. Telp.

Mengajukan permohonan sebagai peserta penyuluhan bagi produsen makanan dan minuman sebagai syarat untuk mendapatkan Sertifikat Penyuluhan dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga [ SPP – IRT ] di wilayah Kabupaten Sleman.

Bersama ini kami lampirkan persyaratan administrasi sebagai berikut:

1. Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku [ 1 lembar ]

2. Data sarana produksi [ 1 lembar ]


View the original article here

Potensi Usaha di Kabupaten Bojonegoro

salak wedi 200x124 Potensi Usaha di Kabupaten BojonegoroTerletak di salah satu sudut Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro memiliki banyak potensi usaha yang menjadi sumber mata pencarian utama penduduk di sekitarnya. Mulai dari industri makanan, industri kerajinan, industri tekstil, dan industri agrobisnis, semuanya berkembang pesat dan menghasilkan produk komoditas yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Dengan luas wilayah sekitar 230.706 Ha, Kabupaten Bojonegoro memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.176.386 jiwa yang setiap tahunnya diperkirakan mengalami peningkatan cukup signifikan. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban di sebelah utara, Kabupaten Lamongan di bagian timur, Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang di sebelah selatan, serta di bagian barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi dan Blora, menjadikan wilayah Bojonegoro terbagi menjadi dua bagian, yakni dataran rendah di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo dan dataran tinggi di sepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat, dan Gajah.

Saat ini sedikitnya terdapat 112.140 pelaku UMKM yang tersebar di 27 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Bojonegoro. Beberapa diantaranya bahkan tidak hanya sukses memenuhi kebutuhan pasar nasional, namun juga berhasil menembus pesatnya persaingan pasar internasional.

Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan usaha kecil di Kabupaten Bojonegoro, berikut ini kami informasikan beberapa industri unggulan yang menjadi potensi bisnis daerah tersebut.

Agrobisnis Salak Wedi

Salah satu industri agrobisnis yang berkembang pesat di daerah Bojonegoro yaitu potensi bisnis salak wedi. Salak tersebut dinamakan wedi sesuai dengan nama desa tempat asalnya, yaitu di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Rasanya yang sangat segar (manis asam) serta daya simpannya yang bertahan hingga dua pekan, menjadikan salah wedi banyak diburu para konsumen sebagai buah tangan khas Bojonegoro.

Tingginya permintaan pasar dan besarnya keuntungan yang dihasilkan, membuat industri agrobisnis salak wedi kini berkembang hingga ke beberapa desa disekitarnya. Tidak heran bila sekarang ini kurang lebih terdapat 20 orang petani yang mengembangkan agrobisnis salak wedi dengan tingkat kapasitas produksi mencapai 199,8 ton setiap tahunnya.

Kerajinan Batik Jonegoroan

batik jonegoroan 186x200 Potensi Usaha di Kabupaten Bojonegoro

Industri kerajinan batik yang terkenal di Kabupaten Bojonegoro yaitu motif batik Jonegoroan. Beberapa kecamatan yang menjadi sentra industri batik daerah tersebut antara lain di Kecamatan Sumberejo, Temayang, Dander, Purwosari, dan Kecamatan Kota Bojonegoro. Sekarang ini sedikitnya terdapat 50 orang pengrajin batik Jonegoroan yang berhasil memproduksi batik tulis sebanyak 15 ribu meter setiap tahunnya. Dengan harga jual per meternya berkisar Rp 60.000,00 untuk bahan katun dan Rp 275.000,00/meter untuk bahan sutra, setiap bulannya diperkirakan omset yang diterima para pengrajin batik kurang lebih mencapai Rp 300 juta.

Industri Makanan

Tak kalah bersaing dengan industri unggulan lainnya, sektor usaha makanan juga memiliki daya tarik yang cukup kuat. Beberapa camilan asli Bojonegoro bahkan menjadi salah satu produk unggulan yang diminati para wisatawan lokal maupun internasional.

Sebut saja seperti industri ledre, camilan berbahan baku pisang raja, tepung terigu, gula dan tepung beras ini, diolah menjadi adonan tipis kemudian digoreng dan digulung dengan panjang sekitar 20 cm. Ledre memiliki cita rasa unik dan tekstur yang cukup renyah, sehingga tidak heran bila banyak konsumen yang memburu camilan berbentuk semprong ini. Biasanya camilan ini dijual satu pack seharga Rp 4.000,00 berisi 10 semprong, atau dalam kemasan kaleng kecil berisi 5 pack plastik dengan harga Rp 15.000,00.

Selain industri ledre, makanan khas yang mulai popular di Bojonegoro yaitu rengginang singkong. Industri ini berkembang di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander. Dengan jumlah pelaku usaha kurang lebih 25 orang, sekarang ini penjualan rengginang bisa mencapai Rp 100 juta per pelaku usaha dengan kapasitas produksi hingga 4-5 kuintal setiap tahunnya.

Besarnya potensi usaha di Kabupaten Bojonegoro, memberikan peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kondisi perekonomian di daerah setempat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan memotivasi masyarakat di berbagai daerah untuk segera memulai usaha. Salam sukses.

Sumber gambar :1. http://aulia2011.student.umm.ac.id/files/2011/07/salak-wedi.jpg2. http://paskalina.files.wordpress.com/2010/10/batik-batik-jonegoroan-oke.jpg

View the original article here